Jurnal Terbaik Pertama Dunia Bidang Religious Studies Ada di UIN Salatiga

​SALATIGA – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menorehkan tinta emas dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia. Melalui rilis terbaru Scimago Journal & Country Rank (SJR), jurnal IJTIHAD yang dikelola oleh UIN Salatiga berhasil menduduki peringkat pertama sebagai jurnal terbaik di dunia pada bidang Religious Studies.​

Pencapaian ini menempatkan UIN Salatiga di puncak peta akademik global, melampaui berbagai institusi ternama dari mancanegara. Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa kualitas riset dan diskursus keagamaan dari Indonesia memiliki standar tertinggi di level internasional.

​Dominasi Konsisten: IJIMS dan IJTIHAD di Puncak Dunia​Prestasi ini kian kokoh dengan catatan sejarah dari jurnal UIN Salatiga lainnya, yakni IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies). Sebelum IJTIHAD mencapai puncak tertinggi, IJIMS telah lebih dulu membangun reputasi global yang sangat solid.

Tercatat, IJIMS secara impresif mampu mempertahankan posisinya di peringkat Q1 (Quartile 1) selama delapan tahun berturut-turut, terhitung sejak 2018 hingga 2025.​Konsistensi IJIMS dalam menjaga kualitas publikasi di level tertinggi selama hampir satu dekade menjadi fondasi kuat bagi UIN Salatiga dalam mendominasi bidang Religious Studies di kancah internasional. Sinergi antara IJIMS yang mapan dan IJTIHAD yang kini memuncaki peringkat dunia menunjukkan ekosistem riset yang sangat sehat di lingkungan kampus tersebut.​​

Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., menyambut capaian ini dengan rasa syukur dan bangga. Beliau menegaskan bahwa prestasi ganda ini merupakan deklarasi atas otoritas intelektual Indonesia di mata dunia.​

“Kabar bahwa jurnal terbaik pertama dunia di bidang Religious Studies bersemayam di UIN Salatiga adalah ledakan prestasi yang mengguncang peta akademik global. Ditambah dengan konsistensi IJIMS yang bertahan di Q1 sejak 2018 hingga 2025, ini bukan sekadar capaian, melainkan deklarasi bahwa keilmuan Islam Indonesia mampu memimpin wacana dunia dengan otoritas intelektual dan visi peradaban,” ujar Prof. Zakiyuddin, Kamis (16/04/2026).

Prof. Zakiyuddin juga menjelaskan bahwa keberhasilan ini menandai adanya pergeseran pusat gravitasi studi keagamaan dunia. “Dari Salatiga, gema keunggulan itu memancar, menegaskan bahwa pusat gravitasi studi keagamaan kini tak lagi tunggal. Ia telah bergeser menjadi lebih inklusif, lebih progresif, dan berakar kuat pada tradisi keilmuan yang hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rektor UIN Salatiga menerangkan bahwa pencapaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika di lingkungan PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dan perguruan tinggi lainnya di Indonesia untuk terus mengejar keunggulan di kancah internasional. “Dengan dua jurnal kelas dunia ini, UIN Salatiga semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama kajian keagamaan dunia yang memadukan kedalaman tradisi dengan kemajuan metodologi modern,” lanjutnya.​​

Berdasarkan data dari laman resmi Scimago Journal Rank, jurnal IJTIHAD dari UIN Salatiga berhasil menempati posisi teratas dunia dengan indeks 1,515 (Q1). Keberhasilan ini, bersama dengan rekam jejak IJIMS yang stabil di zona Q1 sejak 2018, diraih berkat konsistensi dalam publikasi riset berkualitas, dampak sitasi yang luas, serta kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang studi agama. (zdn/hms)