SALATIGA-Rektor Universitas Islam Negeri Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy menyerukan ajakan jihad ekologis kepada seluruh sivitas akademika. Seruan itu disampaikan pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-56 dan Wisuda ke-11, Sabtu (25/4). Kegiatan yang digelar di Auditorium Prof. Dr. H. Achmadi tersebut sekaligus menjadi puncak perayaan Dies Natalis 56 UIN Salatiga yang mengangkat tema Ecotheology, Green Campus, Sustainable Civilization: Integrasi Iman, Ilmu, dan Aksi untuk Masa Depan Bumi dan Peradaban.
“Jihad ekologis adalah upaya melawan nafsu merusak alam. Aksi ini harus menjadi aksi institusional yang dilakukan oleh semua sivitas akademika. Mulai dari kampus ini, kita ajak masyarakat luas,” jelasnya.

Dirinya menegaskan bahwa Dies Natalis ke-56 harus bisa menjadi momen manifestasi visi besar Green Wasathiyah Campus UIN Salatiga, “Jadikan ini gerakan bersama. Kita hidup di era baru di mana aktivitas manusia merubah struktur bumi secara radikal. Krisis ekologis yang terjadi butuh sinergi dari banyak pihak. Menjaga lingkungan adalah wujud nyata dari ibadah, maka mari usahakan bersama.”
Prof. Zakiyuddin juga berpesan agar seluruh sivitas akademika menerapkan keberlanjutan di setiap lini tri dharma. “Tidak boleh ada ketimpangan dalam teori dan praktik. Riset, ilmu, dan aksi nyata harus berjalan beriringan. Mari bersama wujudkan kampus yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan cinta lingkungan,” pungkasnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Sahiron yang hadir secara daring menambahkan bahwa apa yang dilakukan UIN Salatiga sudah sejalan dengan program besar Kementerian Agama. “Visi Green Wasathiyah Campus sejalan dengan program ekoteologi Kemenag. Selain itu, Kurikulum Cinta yang digagas Kemenag juga bisa mendorong mempercepat tercapainya visi itu,” ujarnya.
Kurikulum Cinta berdasarkan pada cinta kepada Tuhan, “Dari cinta kepada Tuhan, muncul cinta kepada sesama dan lingkungan. Meningkatnya iman, dalam hal ini cinta kepada Tuhan akan meningkatkan peluang terciptanya masyarakat madani.”
Lebih lanjut, dirinya juga memberika apresiasi kepada UIN Salatiga, “Selamat kepada UIN Salatiga. Perkembangan UIN Salatiga sangat pesat. UIN Salatiga berhasil mewarnai pendidikan tinggi Islam Indonesia di kancah dunia. Jurnal-jurnal ilmiah yang dilahirkan dari kampus ini berhasil masuk ke dalam jajaran jurnal terbaik dunia.”

Prof. Sahiron berharap UIN Salatiga semakin berjaya dan terus menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki kontribusi positif baik di level nasional maupun internasional. Hal serupa juga disampaikan oleh Muthoin, M.Si., Sekretaris Daerah Kota Salatiga yang hadir mewakili Wali Kota Salatiga. “Kehadiran UIN Salatiga memberi banyak dampak positif untuk Kota Salatiga. Kami tunggu kontribusi dan sinergi UIN Salatiga di masa depan. Mari bersama kita majukan Salatiga, dari kota kecil ini untuk Indonesia dan dunia,” katanya. Dirinya juga menilai capaian Pemerintah Kota Salatiga tidak lepas dari kontribusi UIN Salatiga.
Ketua Panitia Wisuda, Prof. Miftahuddin, dalam laporannya menyebutkan bahwa pada wisuda ke-11 tersebut ada 28 wisudawan lulus dari program pascasarjana, dan 553 wisudawan lulus dari program sarjana strata satu.
“Wisudawan terbanyak periode kali ini datang dari Fakultas Syariah dengan total 143 wisudawan. Disusul oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan total 141 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan total 129 wisudawan, Fakultas Dakwah dengan total 77 wisudawan, dan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora dengan total 63 wisudawan,” urai Prof. Miftahuddin.

Dari 581 mahasiswa yang diwisuda, sebanyak 385 diantaranya adalah wisudawati dan sisanya adalah wisudawan. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan mengatakan bahwa UIN Salatiga telah mewisuda sebanyak 28.402 mahasiswa yang tersebar di berbagai tempat, “Sejak masih berstatus sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Salatiga hingga hari ini, sudah ada sebanyak 28.402 orang yang lulus dari UIN Salatiga.” (nhl)

