Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Dosen, UIN Salatiga Gelar PKDP

SALATIGA-Sebanyak 192 dosen dari 37 perguruan tinggi keagamaan menjadi peserta program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Universitas Islam Negeri Salatiga. Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy menyampaikan apresiasi atas dipilihnya UIN Salatiga sebagai penyelenggara PKDP periode kedua. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Salatiga. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar hingga purna nanti,” ujarnya.

Prof. Zakiyuddin menilai PKDP adalah momentum penting dalam pengembangan karier akademik bagi pendidik di Indonesia. “PKDP adalah tahapan krusial bagi dosen dalam mengasah keterampilan, mulai dari teknik penulisan artikel ilmiah hingga pemetaan jenjang karier akademik secara individu,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Salatiga, Prof. Budiyono Saputro, menambahkan bahwa PKDP dilaksanakan secara intensif selama kurang lebih 20 hari, “Rangkaian PKDP ini diawali dengan tahap tatap muka secara luring mulai 9-11 Juni 2026. Selanjutnya ada tahap On the Job Course (OJC) pada 15-23 Juni 2026 dan ditutup dengan pelaksanaan In Service Course (ISC) II pada 30 Juni 2026.”

“Alhamdulillah, tahun ini PKDP semakin inklusif. Dari 192 peserta, 171 di antaranya adalah dosen perguruan tinggi Islam, 19 dosen perguruan tinggi Kristen, dan dua lainnya adalah dosen dari perguruan tinggi Budda yang berasal dari delapan kota/kabupaten,” jelas Prof. Budiyono lebih lanjut. Dirinya berharap PKDP 2026 bisa menjadi sarana memperkuat kapasitas profesional para dosen pemula sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia pendidikan tinggi keagamaan di tanah air.

Sedangkan Kasubdit Ketenagaan Diktis Kemenag RI, Dr. Muhammad Aziz Hakim, menegaskan pentingnya transformasi pola pikir dosen. “Kami mendorong para dosen untuk melakukan perubahan fundamental dalam pola mengajar yang lebih dinamis. Hal ini harus selaras dengan percepatan jenjang karier akademik dosen yang tidak hanya berfokus pada administratif, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan,” pungkasnya.