Manfaatkan Mikroalga jadi Sumber Listrik, Mahasiswa UIN Salatiga Berhasil Juarai Krenova 2026

SALATIGA-Lima mahasiswa Tadris IPA, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga (Damar Akbar W., Nadya Amalia M., Miftakhul Choiroh, Anisa Dewi R., dan Lulik Nur S.) berhasil memenangkan ajang Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kota Salatiga 2026 melalui inovasi Bioreaktor Mikroalga sebagai Sumber Energi Listrik Ramah Lingkungan. “Inovasi ini merupakan pengembangan dari project yang dibuat mahasiswa pada mata kuliah Elektrokimia. Saya menilai (inovasi) ini adalah teknologi tepat guna sederhana yang potensial untuk dikembangkan di masyarakat, jadi saya sarankan (mahasiswa) untuk mengikutkan inovasinya pada ajang Krenova 2026,” jelas dosen pembimbing tim, Dr. Khusna Widhyahrini.

Menurut keterangan yang diberikan oleh salah satu anggota tim, Miftakhul Choiroh, inovasi tersebut berawal dari keresahan akan kebutuhan energi listrik yang terus meningkat sedangkan energi fosil semakin terbatas. “Kami rasa perlu sekali ada sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mikroalga yang kami gunakan ini adalah limbah dari kolam budidaya lele. Karena kemampuan fotosintesisnya tinggi, pertumbuhannya cepat, dan pembudidayaannya mudah, mikroalga ini cocok sekali dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik alternatif,” jelasnya.

Berdarkan penelitian, mikroalga dapat menghasilkan arus listrik rata-rata sebesar 0.00242 Ampere; dengan hasil tersebut dan biaya pembuatan yang relatif murah, inovasi Bioreaktor Mikroalga itu berpotensi untuk dikembangkan sebagai pembangkit listrik skala kecil yang ramah lingkungan. Lebih lanjut, Choiroh berharap inovasi yang dikembangkan oleh timnya bisa diterapkan oleh masyarakat luas, terutama di daerah 3T yang masih mengalami kesulitan mengakses listrik. “Kami ingin terus mengembangkan inovasi ini, mulai dari meningkatkan kapasitas dan kestabilan daya listrik melalui penyempurnaan desain reaktor hingga rencana kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengusaha ikan lele,” katanya mengakhiri penjelasan.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy mengapresiasi prestasi yang diraih para mahasiswa. Dirinya juga mendorong sivitas akademika untuk terus menghadirkan inovasi di berbagai bidang. “Selamat dan barakallah untuk tim dari Tadris IPA. Setelah bertransformasi menjadi universitas, kita perlu menyeimbangkan prestasi di bidang keagamaan, seni, humaniora, dan sains murni. Adanya raihan ini menunjukkan bahwa sivitas akademika UIN Salatiga siap bersaing di berbagai bidang keilmuan. Semoga prestasi ini dapat memberikan semangat dan dorongan bagi yang lain,” ujarnya. (nhl)