Melampaui Batas Fisik: Wisudawan Difabel UIN Salatiga Berkiprah di Berbagai Bidang

SALATIGA-Universitas Islam Negeri Salatiga kembali menunjukkan wujud nyata penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Pada prosesi Wisuda ke-12 yang digelar selama dua hari, Jumat–Sabtu (24–25/7/2026), UIN Salatiga resmi meluluskan dua mahasiswa penyandang disabilitas yang tidak hanya berhasil menyelesaikan studi sarjana, tetapi juga menorehkan kiprah dan prestasi gemilang di bidangnya masing-masing.

Keberhasilan dua wisudawan difabel tersebut menjadi bukti konkret ekosistem akademik UIN Salatiga yang mampu memberikan ruang yang aman, ramah, dan setara bagi setiap mahasiswa untuk menggali potensi terbaiknya tanpa terhalang keterbatasan fisik.

Dua lulusan inspiratif pada Wisuda ke-12 itu adalah Richo Wahyudianto dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Muhammad Muzaki Kurniawan dari Program Studi Manajemen Dakwah.

Richo Wahyudianto, wisudawan tunadaksa angkatan 2022, mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Ia berhasil meraih Medali Emas pada cabang olahraga Boccia nomor Ganda sekaligus Medali Perunggu pada cabang olahraga Boccia nomor Individu dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di Solo pada Oktober 2024 lalu. Tak hanya itu, atlet olahraga boccia itu juga aktif mengharumkan nama daerah di tingkat regional, termasuk meraih medali pada ajang Peparprov Jawa Tengah mewakili Kabupaten Semarang.

Sementara itu, Muhammad Muzaki Kurniawan, wisudawan tunanetra, menunjukkan taji di bidang seni dan literasi. Kurniawan sukses meraih Juara 2 lomba menyanyi Al-Ghina Al-Araby yang diselenggarakan oleh UPTPB UIN Salatiga. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan juga membawanya menjadi salah satu pemanfaat layanan perpustakaan digital (Latansa) teraktif di UPT Perpustakaan UIN Salatiga.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy menegaskan bahwa kampus berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mendukung setiap rekam jejak positif seluruh sivitas akademika tanpa membeda-bedakan latar belakang.

“Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi dan memberi manfaat bagi masyarakat. Capaian Richo dan Kurniawan sangat membanggakan. Kampus akan selalu hadir memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan positif mahasiswa, termasuk para mahasiswa difabel, agar mereka siap menjadi pilar masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan inspiratif,” pungkasnya.