SALATIGA-Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, mengimbau paguyuban widiani Universitas Islam Negeri Salatiga untuk menjaga integritas dan hati nurani sebagai fondasi bangsa. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Menag yang dibacakan Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/08).

Pada sambutan itu, Menag menyoroti tantangan yang muncul di era digital. “AI boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tetapi akhlak tidak boleh tertinggal. Kementerian Agama harus memperkuat literasi digital sekaligus literasi keagamaan, jangan sampai kemajuan teknologi membuat manusia kehilangan hati nurani,” tegasnya di hadapan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, tenaga keamanan, tenaga kebersihan, dan perwakilan mahasiswa yang hadir.

Selain isu teknologi dan etika, sambutan Menag juga menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian nyata, “Tidak hanya sekadar menyelesaikan program, layanan di Kementerian Agama harus berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di tengah masyarakat. Setiap kebijakan harus terasa manfaatnya, setiap anggaran harus kembali kepada umat, dan setiap pelayanan harus memberikan kemudahan.”

Menag juga berharap setiap lini yang ada di Kementerian Agama dapat mengisi semangat kemerdekaan dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kebaikan manusia dan alam raya.

Terakhir, Menag meminta segenap paguyuban widiani UIN Salatiga menguatkan kerukunan. “Indonesia besar karena keberagaman, kerukunan ditegaskan sebagai modal dasar pembangunan. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan bermusuhan atau saling menjauh, melainkan sarana untuk saling menguatkan. Agama harus diposisikan sebagai sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan dan kekuatan sosial,” pungkasnya.


