Kenalkan Budaya ke Panggung Global, Mahasiswa UIN Salatiga Tampilkan Pentas Wayang Orang Multi-Bahasa

SALATIGA-Mahasiswa Program Kelas Khusus Internasional (KKI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Salatiga sukses menggelar pentas wayang orang dengan lima bahasa (Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Filipina). Pentas bertajuk Art and Language Exhibition (ALE) Kalimasada Kawedar tersebut digelar di Gedung Auditorium dan Student Center Prof. Dr. Achmadi, Selasa (2/9).

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin menilai kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan budaya Indonesia yang kaya ke panggung global. “Gelaran ALE ini adalah salah satu cara kita mengenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional. ALE sekaligus menjadi ajang untuk mengasah kompetensi mahasiswa di berbagai bidang mulai dari kompetensi seni hingga kompetensi bahasa,” jelasnya lebih lanjut.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Miftahuddin menambahkan bahwa kegiatan itu mampu mempercepat langkah institusi mencapai rekognisi World Class University, “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pagelaran seni dan konferensi internasional adalah salah satu hal yang diperhitungkan untuk meraih rekognisi global.”

Menurut keterangan yang diberikan oleh Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Rasimin, pentas ALE merupakan rangkaian kegiatan International Sustainability Camp on Education, Technology, Art & Culture (ISCETAC) 2026. “ISCETAC 2026 adalah rangkaian program kompetisi, konferensi, dan gelaran seni-budaya yang digagas oleh FTIK UIN Salatiga. Kali ini kami menyambut langsung kedatangan delegasi, narasumber, dan mahasiswa dari 12 negara, seperti Filipina, Pakistan, Palestina, Sudan, Timor-Leste, Madagaskar, Gambia, Uganda, Afganistan, Thailand, dan Yaman,” ujarnya.

Sutradara pentas, Dewi Wulandari menyampaikan bahwa gelaran ALE 2026 berbeda dari gelaran tahun-tahun sebelumnya. “ALE tahun-tahun sebelumnya dipentaskan dalam tiga bahasa. Karena tahun ini ALE juga dibintangi mahasiswa asing asal Filipina, kami memperluas bahasa yang dipakai. Tahun ini ALE dipentaskan dalam lima bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Filipina, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa,” pungkasnya. (nhl)