SALATIGA – UIN Salatiga secara resmi menerima 20 mahasiswa baru asal Kabupaten Kaimana, Papua Barat dalam acara Penyerahan Mahasiswa Baru yang digelar di Ruang Rapat Utama Gedung KH. Hasyim Asy’ari, Senin (07/09/2026).
Dalam kesempatan tersebut, seluruh mahasiswa asal Kaimana juga dipastikan mendapatkan beasiswa penuh selama menempuh pendidikan di UIN Salatiga. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Kaimana yang diwakili Ketua MUI Kaimana berserta rombongan. Kehadiran 20 mahasiswa ini menjadi bagian dari komitmen UIN Salatiga dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah 3T.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M. Ag, menyambut baik kedatangan mahasiswa baru tersebut. Ia menegaskan bahwa beasiswa yang diberikan merupakan bentuk nyata dukungan kampus terhadap pemerataan pendidikan di Indonesia.

“Kehadiran 20 mahasiswa Kaimana tersebut merupakan implementasi dari kerja sama MoU antara UIN Salatiga dan Pemerintah Kabupaten Kaimana yang telah berjalan selama empat tahun. Sebelumnya, UIN Salatiga juga telah menerima mahasiswa asal Kaimana dan terbukti dapat lulus tepat waktu,” ujar Prof. Zakiyuddin.
Senada, Ketua MUI Kaimana, KH. M. Zein Farisa, menyampaikan apresiasi kepada UIN Salatiga yang telah membuka pintu bagi generasi muda Kaimana untuk melanjutkan studi.
“Kami berterima kasih kepada UIN Salatiga. Ini bukan hanya soal kuliah, tetapi juga tentang mencetak kader-kader yang memiliki ilmu, iman, dan cinta tanah air. Kami titip anak-anak kami. Semoga mereka menjadi duta Kaimana yang membawa keberkahan bagi Papua Barat dan Indonesia,” kata KH. M. Zein Farisa.
Kepala Pusat Admisi UIN Salatiga, Agung Guritno, M. Pd. menyampaian bahwa para mahasiswa asal Kaimana akan menempuh studi di berbagai fakultas di UIN Salatiga mulai semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Dengan adanya beasiswa ini, akan dapat menunjang kebutuhan akademik selama masa studi.
“Hal ini sejalan dengan komitmen UIN Salatiga yang terus mendorong program afirmasi pendidikan bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia,” terang Agung.

