MAGELANG-Universitas Islam Negeri Salatiga mulai mengintegrasikan sistem perencanaan dan penganggaran untuk tahun anggaran (TA) 2027. Langkah tersebut dilakukan untuk meninggalkan pola perencanaan yang sebelumnya masih berbasis dokumen manual. Pembenahan sistem tersebut dibahas dalam Workshop Koordinasi, Sinkronisasi dan Penyusunan Anggaran UIN Salatiga TA 2027, Rabu-Jumat (30/9-2/10).
Sekretaris panitia kegiatan, Yusuf Ismail, mengatakan Tim Perencanaan sedang membangun sistem terintegrasi. Prosesnya dimulai dari perencanaan strategis, “Dulu berbasis dokumen manual, sekarang memulai dari perencanaan strategis.”
Menurutnya, seluruh dokumen yang menjadi dasar perencanaan kegiatan harus tersedia di UIN Salatiga. Sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk menyusun rencana, tetapi juga memantau pelaksanaan dan melakukan evaluasi. “Tidak hanya merencanakan tetapi juga melakukan monitoring dan evaluasi,” ujarnya. Workshop tersebut ditargetkan menghasilkan draf perencanaan yang terkoordinasi. Setiap unit juga harus menyusun rancangan final sebagai dasar program dan anggaran TA 2027.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy mengatakan perencanaan penganggaran harus dilakukan seefektif mungkin. Anggaran harus disusun berdasarkan kebutuhan dan target strategis universitas. “Tahun 2027, kami menetapkan lima agenda prioritas; mulai dari penguatan mutu pendidikan dan daya saing, kemandirian fiskal dan optimalisasi Badan Layanan Umum (BLU), transformasi tata kelola digital, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan budaya kinerja, sampai penguatan infrastruktur dan optimalisasi aset. Lima agenda ini akan menjadi ruang kendali dalam perencanaan tahun depan,” jelasnya.
Melalui sistem perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, UIN Salatiga menargetkan proses perencanaan hingga evaluasi berjalan lebih terkoordinasi. Setiap program dan anggaran diharapkan memiliki keterkaitan langsung dengan target strategis universitas. (zid/ed. nhl)

