SALATIGA-Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan Bimbingan Teknis Reviewer Karya Ilmiah Dosen melalui SISTER, Senin-Rabu (5-7/10). Kegiatan yang bertujuan memastikan proses penilaian kenaikan jabatan akademik dosen berjalan objektif, konsisten, dan akuntabel tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama pilar peningkatan mutu pendidikan tinggi dan transformasi tata kelola yang transparan.
“Penilaian karya ilmiah yang objektif dan terintegrasi melalui SISTER adalah kunci melahirkan Guru Besar dan Lektor Kepala yang kompeten. Kita ingin riset para dosen tidak berhenti di jurnal, tetapi menjadi karya inovatif, hak paten, hingga rekomendasi kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Rektor UIN Salatiga saat membuka acara.

Kegiatan tersebut menghadirkan Asesor JAD Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Sutikno, ST., M.T., serta pakar manajemen PTKI seperti Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag., dan Prof. Dr. Phil Widiyanto, M.Ag., M.A. Dalam paparannya mengenai Kepmendiktisaintek No. 39/M/Kep/2026, Prof. Sutikno menggarisbawahi pentingnya pemahaman kriteria penilaian terbaru. “Kementerian Agama kini memiliki kewenangan penuh dalam uji kompetensi kenaikan jabatan dari Asisten Ahli hingga Profesor khusus rumpun ilmu agama,” ujarnya.
Dirinya juga menekankan bahwa penilaian karya ilmiah dosen tidak hanya berfokus pada artikel jurnal bereputasi, melainkan diimbangi dengan penghargaan terhadap karya cipta, paten, dan kertas kebijakan (policy paper) yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional dan masyarakat. “Yang terpenting, integrasi penilaian melalui sistem SISTER ini menutup celah subjektivitas dan mempercepat proses layanan karier dosen,” tegasnya menutup pemaparan.
Selain pemaparan materi regulasi, para peserta bimtek diajak melakukan simulasi langsung penilaian karya ilmiah dosen UIN Salatiga pada platform SISTER. Langkah tersebut memastikan para reviewer memiliki standar dan kesamaan persepsi yang baku saat menjalankan tugas penilaian di lapangan.

