Saga Enerva UIN Salatiga Buktikan Keunggulan Riset IoT di Ajang Nasional

YOGYAKARTA-Tim Saga Enerva Universitas Islam Negeri Salatiga berhasil mematahkan stigma PTKIN hanya menjadi pusat studi keagamaan. Tim yang terdiri dari Karel, Najma, Dimas (Sains Data), Faizal (Tadris IPA), dan Tsania (Hukum Keluarga Islam) tersebut berhasil meraih medali perak pada cabang Riset/Teknologi Konservasi Energi OASE PTKIN 2026 melalui inovasi Solar Tracker berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi tersebut berhasil memukau juri karena mampu meningkatkan efektivitas penyerapan energi surya hingga 16% dengan teknologi Real-Time Clock (RTC).

Pembina tim Saga Enerva, Dr. Erna Risfaula, M.Si menilai capaian tersebut adalah sinyal kuat bagi iklim akademik di PTKIN. “Prestasi ini menunjukkan bahwa iklim riset bidang STEM di UIN Salatiga sudah on-track. Dengan adanya pembinaan yang tepat, mahasiswa UIN juga bisa merancang teknologi terapan,” ujarnya. Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh jajaran pimpinan dan seluruh sivitas akademika UIN Salatiga.

Hal serupa juga disampaikan oleh perwakilan tim, Karel. “Senang sekali kami bisa ikut serta dalam gelaran OASE 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PTKIN juga punya kemampuan yang tidak kalah hebat di bidang riset dan teknologi. Kami berharap prestasi ini menjadi momentum untuk menciptakan ekosistem riset STEM yang lebih baik di kampus,” tambahnya.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy menegaskan bahwa prestasi yang diraih tim Saga Enerva tersebut sudah sejalan dengan visi Green Wasathiyah Campus dan program prioritas ekoteologi yang dicanangkan Kementerian Agama. “UIN Salatiga akan terus menghadirkan riset yang solutif bagi masyarakat. Ini adalah bentuk kontribusi kampus untuk mendukung efisiensi energi. Ke depan, UIN Salatiga juga akan terus mengembangkan Fakultas Sains dan Teknologi yang saat ini menjadi rumah untuk tiga program studi di bidang STEM,” jelasnya lebih lanjut.