Gandeng Biro HKP Kemenag RI, UIN Salatiga Maksimalkan Fungsi Humas Demi Luaskan Manfaat di Masyarakat

SALATIGA-Pasca beralih status menjadi universitas, UIN Salatiga terus bergerak cepat meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk pada bidang kehumasan. Melalui kegiatan Penguatan Kehumasan yang menghadirkan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI, Jumat (10/07), UIN Salatiga mempertajam strategi manajemen informasi dan pengelolaan isu. Upaya tersebut ditujukan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi, memahami distingsi kampus, serta merasakan dampak positif dari kehadiran institusi di tengah-tengah publik.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung KH. Hasyim Asyari Kampus III itu dibuka langsung oleh Kepala Bagian Umum, Akademik, Perencanaan, dan Keuangan (UAPK) UIN Salatiga, Dr. Hidayatur Rohman, dan diikuti oleh seluruh pranata humas serta pelaksana tugas humas di lingkungan UIN Salatiga. Dalam sambutannya, Dr. Hidayatur Rohman menyampaikan bahwa seiring dengan beralihnya status lembaga menjadi universitas, UIN Salatiga dituntut untuk menaikkan standar mutu layanan di berbagai lini, termasuk kehumasan.

“Humas memegang peran krusial dalam memperkuat branding lembaga di mata publik. Setelah menjadi universitas, tantangan kita lebih besar. Pranata dan pelaksana tugas humas harus memiliki kemampuan mumpuni dalam manajemen informasi, serta cakap mengolah opini dan isu. Tujuannya jelas, untuk mendorong branding positif yang didasarkan pada kerja nyata institusi, sehingga masyarakat semakin percaya dan merasakan kehadiran UIN Salatiga,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag RI, Dr. Tholib Al-Asyhar, yang hadir sebagai narasumber utama menekankan bahwa humas adalah wajah terdepan dari sebuah lembaga. Oleh karena itu, fungsi humas harus dimaksimalkan agar informasi mengenai program-program pemerintah dan capaian universitas dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Jadikan distingsi atau keunikan UIN Salatiga sebagai kekuatan utama, dan buat masyarakat familiar dengan keunggulan tersebut. Spektrum narasi kita harus diubah; fokuskan pada dampak, hasil nyata, dan inovasi yang telah dihasilkan kampus untuk publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Tholib Al-Asyhar memaparkan sejumlah langkah strategis yang bisa diterapkan oleh humas UIN Salatiga, “Kita perlu memperluas jangkauan pemberitaan melalui media massa arus utama yang memiliki kredibilitas tinggi di masyarakat. Selain itu, sivitas akademika adalah senjata utama, gerakkan sivitas akademika untuk jadi buzzer organik yang menyebarkan konten positif kampus.”

Dirinya juga menegaskan pentingnya partisipasi pimpinan untuk menyuarakan capaian dan program berdampak secara terukur berbasis data. “Kerja kehumasan ini harus didukung oleh semua sivitas akademika. Humas bertugas memperbanyak konten informatif mengenai layanan unggulan, sivitas akademik lainnya harus aktif membantu humas, paling tidak dengan menyebarkan konten tersebut. Terakhir, humas juga harus aktif bersinergi dengan pusat (Kementerian Agama) dalam memberitakan capaian yang didapat kampus,” pungkasnya mengakhiri.

Melalui kegiatan tersebut, UIN Salatiga berharap lini kehumasan mampu menjadi jembatan informasi yang kuat dalam mengedukasi, menginspirasi, dan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. (nhl)