Gelar FGD bersama DPMPTSP, Rektor: UIN Salatiga Siap Beri Kontribusi Positif

SALATIGA-Universitas Islam Negeri Salatiga siap memberi kontribusi positif pada perkembangan iklim investasi di Kota Salatiga. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy pada Focus Group Discussion Penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kota Salatiga bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kamis (7/5).

“UIN Salatiga siap mengambil bagian untuk membesarkan Kota Salatiga. Sebagai lembaga pendidikan, UIN Salatiga akan membantu pembangunan Kota Salatiga melalui riset dan pengabdian,” lanjut Prof. Zakiyuddin.

Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa pada tahun akademik 2026/2027 UIN Salatiga berencana menerima puluhan mahasiswa asing, “Sejauh ini, sudah ada puluhan mahasiswa asing yang ada di kampus kami. Tahun ini akan bertambah sekitar 10 orang. Kehadiran mahasiswa-mahasiswa tersebut tidak hanya memutar roda perekonomian tetapi juga membantu menyebarkan nilai-nilai budaya toleransi serta keunikan yang ada di Salatiga.” Rektor menilai puluhan ribu mahasiswa aktif yang ada di UIN Salatiga akan menjadi agen yang menyebarkan branding baik Kota Salatiga.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada UIN Salatiga untuk menjadi mitra aktif pemerintah, termasuk menjadi mitra dalam penyusunan pedoman pembangunan. Semoga hal ini dapat menjadi kontribusi positif dari UIN Salatiga untuk Kota Salatiga,” ujarnya mengakhiri.

Kepala DPMPTSP Kota Salatiga, Agung Nugroho, S.Sos., MM, menyambut baik keterlibatan aktif akademisi dalam merancang masa depan ekonomi kota. Menurutnya, dokumen RUPM membutuhkan sentuhan riset agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Penyusunan RUPM ini memerlukan sinkronisasi antara regulasi pemerintah dan kesiapan sumber daya manusia. Kehadiran UIN Salatiga sebagai mitra strategis sangat membantu kami dalam memetakan potensi investasi yang lebih terukur. Kita ingin investor tidak hanya datang, tapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Salatiga,” ujar Agung Nugroho.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Penyusun RUPM, Prof. Dr. Abdul Aziz N.P., S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi menjamin penyusunan dokumen ini berbasis pada data yang akurat dan metodologi yang kuat.

“Kami menyusun RUPM ini dengan pendekatan yang partisipatif dan ilmiah. Fokus kami adalah bagaimana menciptakan ekosistem investasi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas dan berkelanjutan. Perguruan tinggi berperan sebagai penyedia inovasi dan inkubasi bisnis yang dibutuhkan oleh para pemodal,” papar Prof. Abdul Aziz.