Intip Keamanan Siber RI, Mahasiswa TI UIN Salatiga Sambangi Markas Besar BSSN

DEPOK – Ratusan mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Salatiga mendapatkan kesempatan langka untuk mengintip langsung pusat pertahanan digital Indonesia. Dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke markas Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) di Depok, mereka diajak menyelami bagaimana kedaulatan data nasional dijaga selama 24 jam penuh.

Dekan FST UIN Salatiga, Noor Malihah, Ph.D., yang memimpin langsung rombongan ini, menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah langkah krusial untuk menjembatani teori di kampus dengan realitas industri.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar kode di kelas, tapi memahami filosofi PERISAI (Profesional, Elaboratif, Responsif, Integratif, Solid, Akuntabel, dan Inovatif) yang menjadi napas BSSN. Harapannya, mereka pulang dengan gambaran nyata bagaimana aset data skala besar dilindungi di negeri ini,” ujar Noor Malihah di sela acara, Rabu (15/04/2026)

Mengenal jantung pertahanan digital semakin hangat saat Lyanatasya, S.ST., M.P., M.I.Kom., Ketua TIM Pelayanan Masyarakat dan Informasi Publik BSSN, memaparkan peran vital lembaga ini. Ia mengibaratkan BSSN sebagai “Jantung Keamanan Nasional” yang denyutnya memastikan ruang digital tetap sehat.

“Masyarakat perlu tahu bahwa mereka tidak sendiri di ruang siber. Kami menyediakan berbagai kanal bantuan seperti [email protected] hingga integrasi dengan Lapor.go.id. Aksesibilitas layanan adalah kunci agar publik merasa aman saat beraktivitas digital,” tegas Lyanatasya.

Tak hanya soal teknologi, strategi komunikasi publik juga menjadi sorotan. Viki Iswanto M, S.IP, Pustakawan Ahli Pertama pada Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN, menekankan pentingnya dokumentasi dan literasi.

“Membangun benteng siber yang kuat dimulai dari masyarakat yang teredukasi. Pengelolaan informasi yang akurat adalah langkah awal kita untuk meminimalkan dampak serangan siber melalui kesadaran publik yang tinggi,” jelas Viki.

Puncak antusiasme mahasiswa pecah saat memasuki sesi teknis yang dibawakan oleh Socrates Anugrah Mendrofa, S.Tr.Kom. dari Direktorat Operasi Keamanan Siber. Ia membedah dunia Digital Forensics, sebuah bidang yang kerap dianggap misterius namun sangat menantang.

“Dalam setiap insiden siber, selalu ada jejak yang tertinggal. Di sinilah peran investigasi siber bekerja melacak, menganalisis, dan mengungkap bukti digital. Kami melihat potensi besar dari adik-adik mahasiswa untuk menjadi garda depan analis keamanan siber masa depan,” ungkap Socrates.

Diskusi berlangsung dinamis dengan banyaknya pertanyaan kritis dari mahasiswa mengenai teknik investigasi dan perlindungan data pribadi. Melalui kunjungan ini, UIN Salatiga berkomitmen mencetak lulusan TI yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan praktis mengenai standar keamanan nasional. (zdn/hms)