SALATIGA-Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Salatiga berkesempatan belajar mengenai Keamanan Siber dan Forensika Digital bersama pakar dari UII, Selasa (20/10). Pembelajaran tersebut adalah salah satu bentuk jalinan kerja sama antara FST UIN Salatiga dengan Progam Studi Informatika, Pogram Magister Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta.
Pada kesempatan itu, para mahasiswa mendapat paparan kuliah dari Pakar Forensik Digital sekaligus Kepala Pusat Studi Keamanan Siber dan Forensika Digital (PUSFID) UII, Dr. Yudi Prayudi, M.Kom. “Penjahat siber saat ini tidak lagi membuang waktu menyerahkan serangan pada sistem yang rumit, melainkan menyasar individu yang mudah percaya. Manusia adalah rantai terlemah dalam keamanan siber,” ujarnya memulai perkuliahan.

Menurutnya, cukup dengan menekan satu kali tombol izin pada halaman peramban (browser) di ponsel, data lokasi presisi hingga foto wajah pengguna dapat berpindah tangan secara instan tanpa disadari. Modus kejahatan siber pun beragam, mulai dari pesan berformat .apk (seperti file undangan pernikahan atau tilang), iming-iming beasiswa, hingga amplop digital e-wallet.
Tidak hanya mendapat paparan materi, mahasiswa juga bisa mengikuti simulasi terkontrol bagaimana kejahatan siber dapat terjadi. Pada sesi simulasi, mahasiswa dilihatkan bagaimana mudahnya data pribadi dipanen oleh penjahat siber. “Aksi peretasan biasanya bukan disebabkan oleh celah keamanan pada browser, melainkan manipulasi psikologis yang membuat korban secara sadar menekan tombol Izinkan. Pengumpulan data biometrik wajah dan lokasi tanpa hak melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP No. 27/2022) serta UU ITE,” tegasnya.
Dirinya juga menyampaikan langkah antisipasi yang bisa diterapkan secara mudah, “Rumus untuk menghindari bahaya siber sebenarnya mudah saja. Sebelum mengambil langkah lanjutan, biasakan untuk periksa dulu baru klik. Jika sudah terlanjur klik tautan mencurigakan, segera tutup halaman, cabut izin kamera dan lokasi di pengaturan browser, serta amankan bukti untuk dilaporkan ke kanal resmi seperti patrolisiber.id atau aduankonten.id.“

Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Dekan FST UIN Salatiga, Noor Malihah, Ph.D. “Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman dari UII. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran keamanan digital bagi sivitas akademika dan masyarakat luas. Sebagai fakultas baru, kami juga berharap bisa menjalin kerja sama serta sinergi di bidang lainnya,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Prodi Informatika Program Magister Fakultas Teknologi Industri UII, Dr. Ahmad Luthfi, M.Kom. Dirinya berharap kedua lembaga bisa terus menjalin sinergi berkelanjutan di berbagai bidang, seperti riset dan pengabdian.

