Jawab Tantangan Global, UIN Salatiga Gelar AIICARE, Integrasikan Sains dan Nilai Islam untuk Solusi Sosial

SALATIGA-Menjawab tantangan global, Universitas Islam Negeri Salatiga melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menggelar pameran riset internasional 2026 Annual International Interdiciplinary Conference and Research Expo (AIICARE). Kegiatan yang mengangkat tema Integrating Islamic Thought, Education, Science, and Society: Multidiciplinary Approaches to Global Transformation tersebut digelar selama dua hari, Senin – Selasa (5-6/10) dan diikuti oleh ratusan peserta yang hadir secara daring maupun luring.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy dalam paparannya mengatakan bahwa AIICARE bisa menjadi sarana untuk menjawab persoalan kompleks yang hadir di abad ke-21. “Persoalan yang hadir di era ini muncul dari berbagai sisi, diperlukan solusi yang datang dari pengetahuan multidisipliner untuk menjawab persoalan tersebut. AIICARE bisa hadir menjadi ekosistem pengetahuan untuk menjembatani inovasi dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen. Pol. (Purn) Ahmad Lutfi menyampaikan apresiasi atas adanya kegiatan itu, “AIICARE yang digelar UIN Salatiga mengangkat tema yang sangat relevan dengan isu yang terjadi saat ini. Semoga kegiatan ini bisa menambah jalinan sinergi untuk menemukan solusi permasalahan terkini. Semoga bisa menjadi ajang belajar bagi mahasiswa dan masyarakat luas.”

Menurut keterangan yang diberikan oleh Ketua LP2M UIN Salatiga, Hammam, Ph.D, pada kesempatan tersebut ada lebih dari 165 paper riset yang akan dipaparkan. “AIICARE 2026 menghadirkan berbagai peneliti mulai dari dalam negeri sampai luar negeri seperti India dan Malaysia,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya berharap AIICARE 2026 dapat memberikan dampak nyata pada masyarakat, “Saya harap, AIICARE 2026 tidak berhenti pada tahap paparan riset. Semoga riset-riset yang dipaparkan pada kesempatan ini bisa bermanfaat secara langsung bagi masyarakat.” (nhl)