SALATIGA-Sebanyak 80 perwakilan dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia menghadiri Musyawarah LPM PTKIN di UIN Salatiga. Forum itu menjadi ajang strategis untuk membahas penjaminan mutu pendidikan, digitalisasi, hingga internasionalisasi kampus Islam.
Prof. Sahiron, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI, menekankan pentingnya forum tersebut dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama, antara lain peningkatan akreditasi unggul, digitalisasi, internasionalisasi, serta program magang internasional bagi mahasiswa.

“Target kami pada 2025 ada minimal 10 PTKIN berstatus akreditasi unggul. Saat ini sudah ada enam yang berhasil, tinggal empat lagi yang sedang dikejar. Forum seperti ini penting untuk saling memperkuat,” paparnya saat membuka temu nasional LPM PTKIN di Hotel Grand Wahid Salatiga, Rabu (27/07/2025).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, menekankan bahwa keberadaan LPM di perguruan layaknya jantung pada makhluk hidup. Menurutnya, perguruan tinggi akan sulit maju tanpa penguatan penjaminan mutu.

“Forum ini penting untuk membicarakan dua isu besar: digitalisasi dan internasionalisasi. Keduanya adalah tantangan sekaligus peluang bagi PTKIN agar mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Forum LPM PTKIN, Dr. Edi Kuryanto, menambahkan bahwa musyawarah tersebut sekaligus menjadi ajang regenerasi kepemimpinan forum, “Tantangan LPM ke depan akan semakin berat, agar sejalan dengan tema pembahasan diperlukan regenerasi semangat dan pimpinan yang lebih kompeten.”

Ketua Panitia, Prof. Dr. Budiyono Saputro, berharap forum itu tak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga memperkuat budaya mutu di PTKIN. “Salatiga sedang sejuk-sejuknya, bahkan bunga tabebuya yang terlihat seperti sakura di sekitar kampus juga sedang mekar. Semoga suasana ini menambah semangat kita dalam membicarakan masa depan mutu pendidikan,” ujarnya.
Musyawarah LPM PTKIN di UIN Salatiga berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (27-29/08/2025). Selain diskusi, agenda juga mencakup pemilihan presidium forum serta perumusan rekomendasi bersama untuk penguatan penjaminan mutu di seluruh PTKIN di Indonesia.