SALATIGA-Mahasiswi program studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga, Monika Rosalinda, berhasil meraih penghargaan Best Project pada kompetisi Idea Innovation SDGs 13. Kompetisi tersebut adalah rangkaian dari program International Youth Connection bertema Special Earth Day Edition – Scaling SDG 13 through Indonesian Youth Innovation yang diadakan di Singapura dan Malaysia, Senin – Kamis (20–23/4).
Inovasi pemanfaatan limbah makanan menjadi biochar yang diusulkan Monika berhasil mencuri perhatian juri. Inovasi tersebut dinilai kreatif, aplikatif, dan berdampak nyata. “Inovasi ini bisa menjadi solusi berkelanjutan untuk menekan emisi karbon sekaligus mengatasi permasalahan sampah organik. Saya rasa potensi limbah makanan ini besar tapi belum dimanfaatkan secara optimal, maka saya coba manfaatkan limbah makanan menjadi biochar,” jelas Monika.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa biochar memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna, “Biochar itu nilai gunanya tinggi, bisa meningkatkan kualitas tanah dan menyerap karbon.”
International Youth Connection diikuti oleh pemuda lintas negara (Indonesia, Malaysia, Singapura) yang berkolaborasi merespon isu perubahan iklim (SDG 13). Selain kompetisi inovasi, selama program berlangsung, para peserta berkesempatan melakukan study abroad, kunjungan institusi, eksplorasi budaya, dan konferensi internasional.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Selamat dan sukses selalu. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Salatiga siap bersaing di kancah global dan memiliki kemampuan yang mumpuni,” ujarnya. Dirinya juga menilai raihan prestasi tersebut memantapkan visi besar UIN Salatiga sebagai pusat unggulan moderasi Islam, kepeloporan sains, teknologi, dan seni untuk keluhuran martabat kemanusiaan. “Semoga hal ini bisa mendorong sivitas akademika untuk terus mengukir prestasi,” pungkasnya. (mon/ed: nhl)

