Menpora: Kemajuan Indonesia Hampa Tanpa Empati Pemuda

SALATIGA-Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir menekankan pentingnya memasukkan pembentukan karakter generasi muda ke dalam indikator kemajuan Indonesia. Pesan itu dibacakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UIN, Prof. Suwardi pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10). “Indikator kemajuan Indonesia tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik dan teknologi, melainkan dari pembentukan karakter generasi muda yang berakar pada empati dan kegigihan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menpora menilai tantangan utama pemuda adalah menjaga kepedulian sosial di tengah ambisi mengejar keberhasilan pribadi. Menpora juga menyoroti tiga pilar utama yang wajib dihidupkan oleh generasi muda, yaitu: 1. Patriotisme berbasis tindakan, 2. Kegigihan mental, dan 3. Empati Sosial.

“Masa depan bangsa adalah sesuatu yang kita bangun bersama. Marilah semua elemen kepemudaan, mulai dari akademisi, komunitas, hingga pelaku industri kreatif, jadikan ilmu dan karya sebagai instrumen penyelesai masalah sosial di sekiar kita,” tandasnya mengakhiri pembacaan amanat di depan sivitas akademika yang hadir.