Salatiga – Sebanyak 289 mahasiswa baru Fakultas Syariah mengikuti kuliah umum bertajuk “Menavigasi Tantangan Masa Depan: Sosial, Hukum, Politik, dan Moderasi Beragama”. Dua narasumber utama, Prof. Ilyya dan Hendi, menekankan pentingnya sikap moderat sekaligus keteguhan prinsip dalam menapaki dunia hukum.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Ilyya, mengingatkan mahasiswa hukum tak hanya dituntut cerdas secara akademik, tapi juga matang dalam bersikap. “Mahasiswa hukum harus memiliki sikap moderat, yakni keseimbangan dalam menjalani kehidupan serta kemampuan bertoleransi terhadap perbedaan,” ungkapnya.
Ia juga merinci empat indikator sikap moderat yang perlu ditanamkan sejak dini: komitmen kebangsaan, toleransi terhadap perbedaan, anti kekerasan, serta akomodatif terhadap budaya lokal. “Moderasi beragama adalah bagian dari visi Fakultas Syariah. Ada ancaman serius terhadap keutuhan bangsa, sehingga fakultas ini harus tampil sebagai garda depan moderasi Islam dan kepeloporan ilmu hukum yang adaptif teknologi demi keluhuran martabat kemanusiaan 2045,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Prof. Ilyya juga membagikan kunci sukses untuk mahasiswa baru. “Belajar sungguh-sungguh di kelas, disiplin mengerjakan tugas, belajar mandiri, aktif berorganisasi, dan yang tak kalah penting—berbakti kepada orang tua dan sesama,” lugasnya.
Sementara itu, Dr. Hendi Pratama, mengajak mahasiswa untuk berani teguh memegang prinsip, meski dunia hukum sering kali penuh ketidakpastian. “Hidup di sebuah negara yang kepastian hukumnya kurang bisa membuat hidup deg-degan. Kuncinya harus punya prinsip. Kalau mau bergerak di bidang hukum, harus punya prinsip. Itulah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lain,” tuturnya, disambut tepuk tangan mahasiswa.
Conten creator dan dosen, Dr. Hendi juga memberikan bekal untuk mahasiswa baru yakni, “moderasi dan prinsip, para mahasiswa baru Fakultas Syariah diharapkan tidak hanya menjadi sarjana hukum, tapi juga agen perubahan yang mampu menjaga keutuhan bangsa sekaligus menebarkan nilai kemanusiaan.” (red/zid)