SALATIGA-Di tengah pesatnya laju digitalisasi, mahasiswa Universitas Islam Negeri Salatiga memadukan sains, teknologi, dan kedalaman spiritual untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat modern. Tiga mahasiswa prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT), Lucky, Farah, dan Ilham, mengembangkan aplikasi pencegah hoaks yang diberi nama FULK. FULK terinspirasi dari Bahtera Nuh yang dikisahkan di dalam QS. Al-Mu’minun: 27.

“Ide awal FULK ini muncul dari kegelisahan akan adanya banjir informasi. Dalam Al-quran, saat ada banjir, Allah meminta Nabi Nuh untuk menghadapinya dengan bahtera. Nah, kami rasa banjir informasi yang terjadi saat ini tidak untuk dihindari, tetapi dihadapi dengan bijak,” jelas Lucky. Dari ide tersebut, timnya merancang sebuah aplikasi yang bisa mengecek fakta atas sebuah peristiwa, memeriksa berita/kabar burung, serta membatasi jumlah screen-time pengguna.
Selain riset dan pengembangan aplikasi digital, mahasiswa UIN Salatiga juga menciptakan inovasi di bidang teknologi konservasi energi. Tim yang terdiri dari Karel, Najma, Dimas (Sains Data), Faizal (Tadris IPA), dan Tsania (Hukum Keluarga Islam), tersebut mengembangkan solar tracker berbasis Internet of Things (IoT).

Perangkat rakitan itu dilengkapi dengan teknologi real time clock yang mampu mengikuti pergerakan matahari secara otomatis dan real-time. “Dengan pemasangan real time clock berbasis IoT, solar tracker kami tetap bisa beroperasi walaupun mendung dan dapat meningkatkan penyerapan energi surya sebanyak 16% lebih baik dibandingkan dengan panel biasa,” ujar Karel menjelaskan keunggulan produk inovasinya.
Selain kedua inovasi tersebut, mahasiswa UIN Salatiga yang tergabung dalam tim robotik (Dira dan Reno (Sains Data), Farid, Muadz, Zaki, dan Riza (Teknologi Informasi)) juga unjuk gigi membuat robot pemindah barang yang dapat dikembangkan menjadi robot penyiram tanaman.

“Robot yang kami beri nama KHIDR/Kinetic Hydration Intelligence Delivery Robot ini memakai roda mekanum yang memungkinkan pergerakannya lebih leluasa. Saat ini KHIDR masih menggunakan remote control, ke depan akan kami rancang agar dapat beroperasi secara otomatis. Kami juga memastikan daya servo pada lengan robot mencengkeram dengan baik, jadi KHIDR dapat membawa barang sampai tujuan tanpa terjatuh,” kata Dira.
Rangkaian inovasi itu diikutkan pada ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN 2026 yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Selasa-Sabtu (3-7/11). Kehadiran inovasi-inovasi tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman dan sains modern dapat saling menguatkan. (nhl)

