SALATIGA-Universitas Islam Negeri Salatiga menguatkan sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk membangun komunitas madani di daerah melalui program Praktikum Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). “Hari ini, ada 225 peserta PPM yang resmi dilepas untuk mengabdi di Kecamatan Wonosamodro, Kab. Boyolali. Dengan adanya tema besar Moderasi Beragama, kami siap turut serta membangun komunitas madani,” ujar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga, Hammam, Ph.D. saat memberikan sambutan pelepasan, Senin (20/7).

Pada kesempatan itu, dirinya menegaskan bahwa PPM adalah ajang terjadinya transformasi sosial, “Saat terjun di masyarakat, mahasiswa diminta untuk belajar langsung di tengah masyarakat; mahasiswa diminta tanggap dalam memecahkan masalah.” Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa PPM tersebut digelar untuk mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“SDA dan potensi daerah perlu dimanfaatkan dengan arif, keseimbangan antara perkembangan teknologi dan moral juga perlu diperhatikan. Hadirlah secara nyata di tengah masyarakat, terapkan ilmu yang telah didapat di kampus untuk memaksimalkan hal tersebut,” pesan Hammam.

Hal serupa juga disampaikan oleh Camat Wonosamodro, Yulianto Wahyu Raharjo, S.E., “Saya harap kehadiran peserta PPM UIN Salatiga ini bisa membawa dampak positif di tengah masyarakat. Mari bersinergi dalam memperbanyak konten edukatif pada masyarakat serta pemberdayaan dan perlindungan pada kelompok rentan seperti anak, perempuan, dan lansia.”
PPM 2026 Periode 1 UIN Salatiga diikuti oleh 737 mahasiswa program sarjana. Ratusan mahasiswa tersebut melaksanakan pengabdian di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Magelang.

