SALATIGA-Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Salatiga menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini, Rabu (22/4) di Ruang Rapat Gdg KH. Hasyim Asyari Kampus III. “Alhamdulillah pertemuan kali ini kita dapat melaksanakan Halal Bihalal dalam semangat Kartini. Terima kasih kepada ibu-ibu anggota DWP UIN Salatiga yang menyempatkan hadir hari ini,” ujar Ketua DWP UIN Salatiga, Hj. Nur Setyawati Rahmah. Dirinya menilai kegiatan itu merupakan momen untuk mempererat sinergi dan ukhuwah antar anggota.

Acara Halal Bihalal bertambah semarak dengan adanya lomba keluwesan berkebaya. “Lomba ini adalah wadah untuk mengembangkan kreativitas para anggota sekaligus ajang untuk melestarikan kebaya sebagai identitas bangsa,” jelas Hj. Nur Setyawati Rahmah. Sebelum melanjutkan ke acara berikutnya, Ketua DWP UIN Salatiga juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ny. Umi Asih Kardjan, “Hari ini kita juga berkesempatan untuk melepas purna tugas ibu Asih Kardjan. Terima kasih atas kontribusi positif selama ini.”
Kegiatan lalu ditutup dengan isian materi bertema Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera yang disampaikan oleh Prof. Siti Zumrotun, “Perempuan memiliki peran penting sebagai tiang negara karena keluarga merupakan unit terkecil dalam membangun bangsa.”

Menurutnya, perempuan yang berdaya adalah perempuan yang mampu berkembang secara intelektual, emosional, dan spiritual, “Dalam sejarah Islam, banyak teladan perempuan hebat yang berdaya seperti Khadijah binti Khuwailid yang mandiri secara ekonomi, Aisyah binti Abu Bakar yang cerdas dan berilmu, serta Fatimah Az-Zahra yang sederhana namun kuat dalam iman.”
Lebih lanjut, Prof. Zumrotun mengatakan bahwa perempuan juga menghadapi tantangan yang tidak ringan, seperti beban ganda antara peran domestik dan publik, tekanan sosial media, ketimpangan kesempatan, hingga konflik peran dalam keluarga. “Agar tantangan itu bisa dijawab dengan baik, perempuan harus memiliki kesadaran diri, pendidikan dan keterampilan, dukungan sosial, serta keseimbangan spiritual dan emosional,” pungkasnya. (fik/ed. nhl)

