Menag Nasaruddin Umar: PMB PTKIN Bukan Rutinitas, Tapi Investasi Pemimpin Moderat

JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengemban mandat ganda yang sangat strategis di era modern. PTKIN bukan sekadar tempat mentransfer ilmu, melainkan benteng pertahanan keilmuan sekaligus institusi dakwah yang inklusif. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai agenda rutin administratif tahunan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Menag di hadapan seluruh Rektor dan Ketua PTKIN se-Indonesia saat menghadiri forum Scoring dan Sidang Kelulusan Ujian Masuk (UM-PTKIN) 2026 yang digelar di The Grand Platinum Hotel, Jakarta, Sabtu (27/06).

“Proses penerimaan mahasiswa baru adalah gerbang awal. Dari sinilah kita menyaring calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral kokoh serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai moderasi beragama,” ujar Menag, menekankan pentingnya proses seleksi yang ketat dan visioner.

Nasaruddin Umar menambahkan bahwa di tengah disrupsi teknologi dan dinamisnya arus informasi saat ini, tantangan peradaban semakin kompleks. PMB harus diletakkan dalam kerangka investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dari gerbang seleksi inilah, cetak biru generasi unggul Indonesia masa depan mulai dibentuk.

Melalui sistem penyaringan yang objektif, PTKIN diharapkan mampu melahirkan intelektual muslim yang siap bersaing di kancah global, fasih dengan teknologi masa depan, namun tetap membumi dengan nilai-nilai moralitas Islam yang damai dan toleran.

Visi besar Menag tersebut didukung kuat oleh pembenahan internal yang terus dilakukan di tubuh Kementerian Agama. Senada dengan Menag, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., menyebut bahwa modal terbesar PTKIN saat ini adalah public trust (kepercayaan masyarakat) yang terus meroket dari tahun ke tahun.

Kepercayaan ini tidak tumbuh begitu saja, melainkan hasil dari transformasi digital sistem UM-PTKIN yang terintegrasi antarkampus. “Kepercayaan masyarakat adalah aset tertinggi kami. Integritas seleksi yang profesional, objektif, dan akuntabel menjadi kunci utama mengapa institusi PTKIN kian diminati sebagai destinasi pendidikan tinggi utama di Indonesia,” jelas Amien Suyitno.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., memaparkan data statistik pertumbuhan pendaftar yang sangat positif. Tercatat sebanyak 142.836 siswa telah membuat akun, dengan 118.524 di antaranya memilih program studi, hingga mencapai total 111.353 peserta yang sukses melakukan finalisasi. Adapun pengumuman UM-PTKIN bisa di akses pada tanggal 30 Juni 2026 pukul 15.00 WIB mendatang, dilaman https://pengumuman-um.ptkin.ac.id/.

​”Angka finalisasi tahun ini menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat konsisten jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, yaitu 95.321 peserta pada tahun 2024 dan 102.445 peserta pada tahun 2025. Ini membuktikan bahwa PTKIN semakin kompetitif dan memikat bagi lulusan SMA/MA/SMK/Pesantren,” jelas Prof. Abd. Aziz.