SALATIGA-Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Universitas Islam Negeri Salatiga, Prof. Miftahuddin meminta mahasiswa yang akan mengikuti Praktikum Pengabdian Masyarakat (PPM; dahulu KKN) untuk bisa menjadi problem solver/pemecah masalah dalam masyarakat. “Peserta PPM adalah perwajahan paling depan dari kampus, maka harus bisa menjadi problem solver, bukan trouble maker,” katanya saat memberi sambutan pada Pembekalan Praktikum Pengabdian Masyarakat, Kamis (9/7).
Dirinya juga menekankan pentingnya mempersiapkan diri untuk memperlancar jalannya PPM, “Persiapkan diri dengan baik. Jaga nama baik institusi, bersikap dan berperilakulah sesuai dengan standar moral yang ada.”

Lebih jauh, Prof. Miftahuddin mengimbau mahasiswa untuk memperhatikan program yang dibuat selama PPM. “Program yang saudara laksanakan selama PPM tidak hanya dinilai oleh dosen dan LP2M, tetapi juga dinilai oleh masyarakat. Oleh karena itu maksimalkan perencanaan dan pelaksanaannya. Buatlah program dengan output yang berdampak dan dapat diterapkan oleh masyarakat,” urainya.
Selain itu, dirinya juga berpesan agar program yang dibuat oleh peserta PPM bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, “Indikator program yang sukses itu adalah berlanjut, sustain; program yang masih tetap dijalankan masyarakat walaupun pelaksanaan PPM telah usai.”

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga, Ari Setiawan, M.M, PPM 2026 Periode 1 diikuti oleh 737 mahasiswa program sarjana, “Pada periode pertama ini, ada sebanyak 737 mahasiswa akan mengikuti PPM di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Magelang. Tema PPM 2026 adalah moderasi beragama, maka fokus kita adalah bagaimana masyarakat juga mendapatkan pembangunan di bidang rohani.”
Pada kesempatan tersebut, hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali, Khusnul Hadi, M.M. sebagai narasumber yang menyampaikan materi pengenalan wilayah kepada mahasiswa. “Saya harap mahasiswa UIN Salatiga dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah selama menjalankan program KKN nanti,” katanya. Hadir pula Kabag Kesra Setda Kabupaten Semarang, Asep Mulyana, M.Si untuk memberikan materi pengenalan wilayah.

