SALATIGA-Menteri Agama. Prof. Nasaruddin Umar mendorong santri untuk menguasai teknologi dan ekonomi. Hal tersebut disampaikan melalui Amanat Upacara Hari Santri Nasional yang dibacakan oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy pada Kamis (22/10). “Tantangan santri saat ini telah bergeser dari perjuangan fisik menuju penguasaan ilmu pengetahuan dan solusi atas masalah ekonomi sosial-masyarakat,” ujar Rektor membacakan amanat di depan peserta upacara. Menag juga menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bersifat inklusif bagi semua elemen bangsa, “Prinsip cinta tanah air adalah bagian dari iman bisa dijadikan landasan untuk memperkuat gotong royong, menjaga kerukunan, serta merawat persatuan nasional.”

Pada kesempatan itu, Prof. Nasaruddin juga menyampaikan bahwa dalam rangka menegaskan komitmen memperkuat peran pesantren sebagai pilar pembangunan nasional, Kementerian Agama menghadirkan Direktorat Jenderal Pesantren. Kehadiran unit eselon I tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan tiga fungsi utama pesantren: pendidikan berkualitas, dakwah yang menyebarkan kedamaian (rahmatan lil ‘alamin), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah itu dinilai dapat memosisikan santri sebagai penjaga tradisi keagamaan sekaligus aktor kunci dalam inovasi sains, teknologi, dan kemandirian ekonomi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui penguatan struktur Direktorat Jenderal Pesantren, pemerintah berharap pesantren di seluruh Indonesia dapat melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, menguasai teknologi, jujur, berintegritas, serta mandiri secara ekonomi.

