SALATIGA – Program Bilateral International Student Community Engagement (B-ISCome) 2026 di Universitas Islam Negeri Salatiga resmi berakhir pada Sabtu (21/2). B-ISCome adalah ajang tahunan hasil kerja sama UIN Salatiga dan Universiti Malaya, Malaysia. Pada gelaran B-ISCome 2026 kedua lembaga sepakat untuk memperluas dampak nyata.

Selama sepekan, peserta ajang tersebut mengikuti berbagai kegiatan mulai dari aksi sosial di panti asuhan dan rumah tahanan hingga mengikuti forum dan seminar internasional. Para peserta berkesempatan memberikan motivasi kepada penghuni panti serta mengadakan diskusi mengenai pola asuh dan manajemen panti asuhan berbasis pemberdayaan perempuan.


Tidak hanya itu, para peserta B-ISCome juga melihat langsung program pemberdayaan dan kemandirian bagi warga binaan. Kesempatan itu sekaligus menjadi penanda penjajakan potensi riset kolaboratif antara UIN Salatiga melalui LP2M dan Universiti Malaya mengenai sosiologi hukum dan efektivitas pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Selain terjun langsung ke dalam masyarakat, para peserta juga mengikuti International Seminar on Education, Law and Sustainable Development Goals yang digelar oleh Program Pascasarjana UIN Salatiga. Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi akademik sekaligus pertukaran gagasan dalam bidang pendidikan dan hukum di tingkat internasional.

Terakhir, gelaran B-ISCome 2026 ditutup dengan berpartisipasi pada ajang FIPP Internasional Forum 2026 yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Forum yang mengusung tema Contemporary Issues on Education and Psychology itu melibatkan pembicara dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Gambia, hingga Kyrgyzstan. Ajang itu sekaligus memperkuat hubungan ketiga lembaga dalam penguatan kapasitas akademik dan riset kolaboratif dengan adanya penandatanganan perjanjian kerja sama.

