SALATIGA – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga kembali mempertegas posisinya di kancah global dengan menerima kunjungan resmi dari Universiti Malaya (UM) Malaysia. Kunjungan ini merupakan bagian dari program Bilateral International Student Community Engagement (B-ISComE) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Utama K.H. Hasyim Asy’ari, Kampus 3, Senin (16/02/2026).
Rombongan yang terdiri dari 14 mahasiswa pilihan dari Universiti Malaya tersebut dijadwalkan akan menetap selama satu pekan di Kota Salatiga untuk mengikuti serangkaian kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag., menyambut hangat kehadiran delegasi tersebut. Dalam pidato sambutannya, ia menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi strategis bagi kedua institusi.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universiti Malaya atas kepercayaan yang terus terjaga. Hubungan baik yang telah terjalin selama ini adalah fondasi bagi kita untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berwawasan global. Melalui B-ISCoMe, kita ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara teoritis, tapi juga memiliki kepekaan sosial lintas budaya,” ujar Prof. Miftahuddin.
Perwakilan dari Universiti Malaya, Dr. Abd. Rozak Zakariya, menyampaikan bahwa sambutan hangat dari UIN Salatiga selalu menjadi alasan untuk kembali berkolaborasi. Beliau menekankan pentingnya pertukaran perspektif dalam memperkaya khazanah keilmuan mahasiswa.
“Kami berharap kunjungan tahun ini dapat memperluas cakrawala pengetahuan para peserta melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Lebih jauh lagi, kami melihat potensi besar untuk meningkatkan level kerja sama ini ke bidang yang lebih teknis, terutama dalam kolaborasi penelitian internasional dan penulisan karya ilmiah bersama antara dosen UM dan UIN Salatiga,” ungkap Dr. Abd. Rozak.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Salatiga, Hammam, Ph.D, menambahkan bahwa B-ISCoMe merupakan instrumen penting dalam peta jalan internasionalisasi universitas. Program ini tercatat telah sukses dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 2023, 2025, dan kini di tahun 2026.
“B-ISCoMe adalah salah satu pintu utama bagi UIN Salatiga untuk semakin dikenal di dunia internasional. Konsistensi kita menyelenggarakan program ini menunjukkan bahwa kualitas layanan dan lingkungan akademik kita telah diakui oleh mitra luar negeri. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas output dari program pengabdian ini agar berdampak nyata bagi masyarakat lokal maupun komunitas akademik global,” jelas Hammam, Ph.D.
Selama sepekan ke depan, para mahasiswa dari Negeri Jiran tersebut akan terlibat dalam berbagai agenda, mulai dari diskusi akademik, kunjungan ke pusat-pusat kebudayaan di Salatiga, hingga program pemberdayaan masyarakat pedesaan yang menjadi ciri khas dari B-ISCoMe.

