Lawan Krisis Etika Digital Remaja, Akademisi Gagas Pembelajaran Bahasa Berbasis Nilai Moral

SALATIGA-Perkembangan media sosial yang masif di kalangan pemuda membawa dampak serius terhadap pelanggaran etika digital, penyebaran hoaks, hingga perundungan siber (cyberbullying). Menanggapi krisis tersebut, 2026 Annual International Interdiciplinary Conference and Research Expo (AIICARE) UIN Salatiga menghadirkan kolaborasi pemikiran multidisiplin yang menyoroti akar masalah sekaligus solusi pedagogis konkret di ruang kelas.

Temuan riset internasional yang dipaparkan oleh Farhana Zaman, Ph.D dan Ashek Mahmud, Ph.D (Jagannath University, Dhaka, Bangladesh) mengungkap bahwa 52% pemuda menilai pendidikan etika digital di sekolah masih sangat kurang terstruktur, sementara 48% lainnya menyoroti ketiadaan kebijakan etika digital yang formal. Hal itu mengakibatkan tingginya Composite Challenge Index (47%) dalam penerapan standar etika di media sosial.

Menjawab kesenjangan tersebut, riset terbaru dari Faizal Risdianto (UIN Salatiga) bersama Nadira Syifa Azzahro dalam Journal of Linguistics, Culture and Communication menawarkan solusi strategis melalui penguatan peran pendidik. Dalam studi terhadap 82 praktisi pendidikan bahasa Inggris (English Language Teaching/ELT) di Indonesia tersebut dipaparkan bahwa pengajaran bahasa tidak boleh dilepaskan dari pembentukan karakter dan etika moral (value integration).  “Pengajaran bahasa merupakan media strategis untuk membina kewarganegaraan digital (digital citizenship) yang beretika,” ujar Faizal Risdianto. 

Dalam risetnya, Faizal Risdianto mengungkapkan pendekatan “Dual Mandate” yang adaptif terhadap keberagaman lembaga pendidikan di Indonesia yaitu: pendekatan eksplisit (faith-driven approach) dan pendekatan implisit (universal approach). Inovasi pedagogis tersebut menjadi jawaban atas minimnya pengajaran etika terstruktur yang dikeluhkan oleh mayoritas remaja dalam riset media sosial. Integrasi nilai moral baik secara eksplisit maupun universal akan menjadi benteng etika yang kuat bagi remaja saat berinteraksi di dunia digital. (nhl)