UIN Salatiga Gelar Sinkronisasi RSPP, Sekretaris Dirjen Pendis: Anggaran Harus Berorientasi pada Kinerja

SALATIGA-Universitas Islam Negeri Salatiga sukses menyelenggarakan kegiatan Sinkronisasi Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP), pada Rabu-Jumat (3-5/6). Kegiatan yang digelar di Kampus 3 UIN Salatiga itu sekaligus menjadi ajang Persiapan Penyusunan Dokumen Anggaran Tahun 2027 pada PTKIN.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Arskal Salim dalam arahannya menekankan pentingnya perubahan paradigma penganggaran dari budget driven menjadi performance driven. “Penganggaran harusnya performance driven, artinya berorientasi pada kinerja. Kinerja yang baik akan membuahkan hasil yang maksimal. Setiap usulan program dan anggaran 2027 harus didukung data yang kuat, berbasis kondisi eksisting, identifikasi gap layanan, serta evaluasi tahun sebelumnya,” jelasnya lebih lanjut.

Dirinya juga mendorong PTKIN untuk memperkuat tata kelola data dengan prinsip satu data, satu angka, satu narasi, “Prinsip itu diperlukan agar proses redesain perencanaan dan penganggaran berbasis bukti dapat berjalan lebih konsisten dan akurat.”

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy menambahkan bahwa transformasi perencanaan bukanlah rutinitas administratif semata, namun proses yang berorientasi pada program dan capaian. Prof. Zakiyuddin juga menyoroti pentingnya integrasi tema-tema prioritas dalam perencanaan PTKIN, “Penguatan kontribusi PTKIN terhadap pembangunan nasional dan pengembangan mutu pendidikan Islam bisa dimulai dari integrasi tema-tema prioritas, seperti ekoteologi, kurikulum moderasi beragama, dan kurikulum berbasis cinta.”

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah strategis bagi PTKIN dalam menyiapkan perencanaan dan penganggaran yang lebih efektif, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika kebijakan nasional,” pungkas Rektor UIN Salatiga memberi harapan.

Forum yang diikuti oleh Tim Task Force dan Tim Teknis Perencanaan dari 12 PTKIN di bawah koordinasi Dirjen Pendis Kemenag tersebut berhasil merumuskan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya: 1. Penyesuaian indikator kinerja, 2. Harmonisasi nomenklatur dan metadata, 3. Finalisasi reformulasi BOP TN, serta 4. Penyempurnaan kode IKSK sesuai struktur cascade terbaru. Selain itu, kegiatan tersebut juga menegaskan pentingnya penguatan SDM, digitalisasi, dan quality assurance dalam mendukung tata kelola perencanaan PTKIN 2027. (PER/ed: nhl)