SALATIGA-Ribuan mahasiswa yang hadir di Seminar Internasional FEBI FEST 2026 mendeklarasikan gerakan ekoteologi/ecotheology movement, Selasa (13/10). Deklarasi tersebut adalah bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ketua Umum DEMA FEBI UIN Salatiga, Monika Rosalinda, memandu pembacaan deklarasi secara langsung. Dirinya menilai kegiatan itu bisa memperkuat pesan bahwa keberlanjutan lingkungan perlu diwujudkan melalui kesadaran dan tindakan nyata seluruh elemen kampus.
Ecotheology Movement merupakan gerakan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian ekologis. Gerakan itu mengajak mahasiswa dan sivitas akademika untuk memandang pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, sekaligus mendorong terciptanya budaya kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam deklarasi tersebut, peserta diajak menyatakan empat komitmen utama. Pertama, melindungi lingkungan dengan menjaga kebersihan kampus dan melestarikan alam. Kedua, mengurangi sampah plastik serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Ketiga, mendukung keberlanjutan melalui penghematan air dan energi serta pemeliharaan ruang terbuka hijau. Keempat, membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Keempat komitmen tersebut menjadi landasan untuk mendorong perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan kampus. Menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, menghemat sumber daya, serta merawat ruang hijau merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Deklarasi Ecotheology Movement juga selaras dengan semangat FEBI FEST 2026 yang mengangkat isu ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Melalui momentum tersebut, FEBI FEST menjadi ruang pengembangan kreativitas dan intelektualitas mahasiswa, serta wadah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan masa depan bumi.

